PELATIHAN PENGOLAHAN KULIT DAN DAGING BUAH MANGGIS DI DAYEUHLUHUR CILACAP

Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap merupakan salah satu dari 15 Kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi sasaran dalam Pelatihan Teknis Tematik dalam mendukung program Food Estate. Kegiatan pelatihan ini merupakan Pelatihan Teknis Bagi Aparatur dan Pelatihan Bagi Non Aparatur di Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Program Food Estate bertujuan untuk melatih teknis pertanian dengan komoditas sesuai potensi masing-masing kabupaten. Komoditas unggulan Kabupaten Cilacap salah satunya adalah buah manggis dan Dayeuhluhur merupakan sentra penghasil buah Manggis. Namun, potensi daerah tersebut tidak diiringi dengan kemampuan para warga dalam mengolah buah Manggis agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga Pelatihan Teknis Tematik tersebut bertema tentang Pengolahan Buah Manggis.

Kegiatan pelatihan teknis tematik tersebut diselenggarakan di Balai Dusun Sikluk Desa Matenggeng Dayeuhluhur pada hari Selasa Tanggal 24-25 Mei 2021. Dalam pelatihan tersebut, dosen Pengembangan Produk Agroindustri yaitu Agus Santoso, Fadillah, Khoeruddin Wittriansyah, Mardiyana, dan Murni Handayani memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan kulit buah manggis dengan cara ekstraksi dan olahan daging buah manggis menjadi produk “fruit leather”. Pada pelatihan tersebut para dosen juga mendampingi para peserta pelatihan untuk melakukan praktek langsung cara pembuatan “fruit leather” dengan peralatan sederhana yang dibawa langsung dari Laboratorium Pengembangan Produk Agroindustri, Politeknik Negeri Cilacap. Selain materi tentang pengolahan, para dosen juga mengisi materi mengenai cara labelling produk UMKM agar dapat diterima oleh konsumen dengan baik. Cara labelling juga disesuaikan dengan standar minimal sesuai Pedoman Kemasan dari BPOM Tahun 2020.

Adanya pelatihan tersebut diharapkan memberikan bekal ketrampilan bagi para peserta sehingga dapat mensukseskan program Food Estate untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional secara berkesinambungan dan menyiapkan petani dan penyuluh pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian baik secara kualitas maupun kuantitas yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya.(MYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *